Semua Berawal Dari Sini

Saat semuanya terasa lebih baik, kitapun kan sadar bahwa sebenarnya kita terlahir dari kesederhanaan, hanya saja kita punya keinginan dan usaha yang kuat untuk meraih semuanya.

Good Luck and Succes

Ahd.Gozali, S.Pd.I Wisuda Sarjana tercepat dan terbaik dua, 2015, dengan IPK 3.81 Yudisium: Cum Laude, Semoga ini menjadi batu loncatan untuk mendapatkan Bea Siswa Megister di Perguruan Tinggi Terkemuka baik di dalam maupun Luar Negeri, Doain Sahabat.

Sedang Mencari Beasiswa S2

Ahd.Gozali, S.Pd.I Wisuda Sarjana tercepat dan terbaik dua, 2015, dengan IPK 3.81 Yudisium: Cum Laude, Semoga ini menjadi batu loncatan untuk mendapatkan Bea Siswa Megister di Perguruan Tinggi Terkemuka baik di dalam maupun Luar Negeri, Doain Sahabat.

Kritik Pendidikan

Pendidikan semestinya dapat mengubah nasib bangsa dan menciptakan generasi yang berkualitas dilengkapi dengan berbagai skill dan penuh tanggung jawab dalam seluruh tingkah kehidupannya. Mari sama-sama membangun pendidikan yang berkualitas di Bumi Indonesia tercinta ini.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 08 September 2015

CARA DAN DO’A BAGI ORANG YANG MENGHAFAL AL-QUR’AN

CARA DAN DO’A BAGI ORANG YANG MENGHAFAL AL-QUR’AN

Assalamu”alaikumWarohmatullohiWabarokatuhu.
AHMAD GOZALI
Kawan-kawan, sudah lama sekali nggak baca postingan barunya, sudah kangen betul rasanya main-main di Blog lagi, karena ada permintaan dari seseorang Insyaallah kali ini kita akan membahas tentang keagungan al-Qur’an dan kelebihan bagi orang yang menghafalnya, serta pada postingan kali ini akandimuat sebuah hadis panduan bagi orang yang sedang menghafal al-Qur’an.

Qur’an merupakan Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallohu ‘alaihiWasallam melalui perantaraan malaikat Jibril ‘alaihissalamdengan cara yang bertahap-tahap dan dengan riwayat yang Mutawatir.

TAFSIR: FITRAH BERAGAMA MANUSIA



PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Allah Swt. menciptakan manusia dengan dua tujuan, yaitu sebagai hamba yang bertugas untuk
beribadah kepadanya dan sekaligus sebagai khalifah yang bertugas mengelola bumi dengan segala isinya. Ibadah adalah bentuk pengabdian manusia selaku hamba kepada Tuhan yang pantas disembah. Ibadah tidak diartikan secara sempit berupa shalat, zakat, sedekah, haji dan ibadah ritual lainnya. Tapi ibadah dapat berarti luas, yaitu semua yang dilakukan manusia dengan ikhlas dalam rangka menunjukkan ketundukan dan kepatuhannya selaku hamba kepada Tuhan. Bahkan Allah menyebutkan bahwa manusia hanya diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Tugas kekhalifahan sebenarnya juga masuk dalam kategori ibadah dalam artian yang luas.
Untuk kedua tugas di atas, manusia disiapkan oleh Allah dengan beberapa bekal dan potensi. Dengan bekal dan potensi yang dimilikinya, manusia dipersiapkan oleh Allah sebagai makhluk yang pantas mengamban tugas dan tanggung jawab di atas.

PERLUNYA SUPERVISI PENDIDIKAN



BAB I
PENDAHULUAN
                                 A.    Latar Belakang
Dalam perkembangannya, pengawas satuan pendidikan lebih diarahkan untuk memiliki
serta memahami bahkan dituntut untuk dapat mengamalkan apa yang tertuangdalam peraturan menteri tentang kepengawasan. Tuntutan tersebut salah satunya tentang kompetensi dalam memahami metode dan teknik dalam supervisi. Seorang supervisor adalah orang yang profesional ketika menjalankan tugasnya, ia bertindak atas dasar kaidah-kaidah ilmiah untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Guru adalah salah satu komponen sumber daya pendidikan memerlukan pelayanan supervisi. Pentingnya bantuan supervisi pendidikan terhadap guru berakar mendalam dalam kehidupan masyuarakat.[1] Untuk menjalankan supervisi diperlukan kelebihan yang dapat melihat dengan tajam terhadap permasalahan dalam peningkatan mutu pendidikan, menggunakan kepekaan untuk memahaminya dan tidak hanya sekedar menggunakan penglihatan mata biasa, sebab yang diamatinya bukanmasalah kongkrit yang tampak, melainkan memerlukan kepekaan mata batin.

CARA MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR



PENDAHULUAN
Tugas seorang pendidik dalam memberikan suatu pengetahuan, melatih suatu kecakapan, serta menentukan arah dan keyakinan bukanlah suatu tugas mudah. Di samping dia harus memiliki kesabaran, kreativitas, menjadi teladan, pendidik juga harus memiliki pengetahuan dasar dalam mengajar, termasuk di dalamnya penerapan metode yang benar dan waktu yang tepat.


Setiap anak yang memiliki rasa cinta terhadap ilmu maupun bidang studi pelajaran, mereka akan senang sekali belajar. Bahkan akan menggunakan seluruh waktunya untuk mempelajari bidang studi tersebut. Baik membaca buku, maupun meneliti masalah yang terjadi dan berusaha memecahkannya. Guru sangatlah berperan untuk membangkitkan rasa cinta siswa terhadap ilmu dan bidang studi. Tingkah laku dan tutur bahasa dalam menyampaikan mata pelajaran, etika dalam bergaul dengan siswa serta penampilan sangatlah mempengaruhi rasa cinta anak terhadap ilmu yang diajarkan. Ilmu pendidikan akan mudah diterima anak apabila ada rasa suka terhadap guru yang menyampaikannya. Guru yang teladan dalam segala hal akan berpengaruh terhadap minat belajar siswa.

PSIKOLOGI AGAMA SEBAGAI DISIPLIN ILMU



BABI
PENDAHULUAN

                                                      A.    Latar Belakang
Hubungan manusia terhadap yang dianggap adikodrati (supernatural) memang memiliki latar belakang sejarah yang sudah lama dan cukup panjang. Latar belakang ini dapat dilihat dari berbagai pernyataan-pernyataan para ahli yang memiliki disiplin ilmu yang berbeda, termasuk para agamawan yang mendasarkan pendapatnya pada informasi kitab suci masing-masing.
Untuk memperdalam pengetahuan keagamaan masing-masing manusia, mereka mempunyai jalan yang berbeda-beda, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing keragaman keagamaan, sehingga dari beberapa jalan itu, ada yang mencari dan menelitinya dari segi ke psikologis yang langsung melihat ke dalam jiwa manusia itu sendiri. Dari kajian psikologi itu, seorang yang ahli dapat melihat dan mengetahui segala gejala yang timbul dalam jiwa manusia, terkhusus dalam pengalaman mereka terhadap agama.

POLA PENDIDIKAN MASA RASULULLAH



PENDAHULUAN
Rasulullah SAW, sebagai suri tauladan dan rahmatan lil’alamin bagi orang yang mengharapkan rahmat dan kedatangan hari kiamat dan banyak menyebut Allah (al-ahzaab : 21) adalah pendidik pertama dan terutama dalam dunia pendidikan Islam. Proses transformasi ilmu pengetahuan, internalisasi nilai-nilai spitualisme dan bimbingan emosional yang dilakukan Rasulullah dapat dikatakan sebagai mukjizat luar biasa, yang manusia apa dan dimana pun tidak dapat melakukan hal yang sama.
Hasil pendidikan Islam periode Rasulullah terlihat dari kemampuan murid-muridnya (para sahabat) yang luar biasa, misalnya : umat ibn Khotab ahli hukum dan pemerintahan, Abu Hurairah Ahli Hadis, Salman al-Farisi ahli Perbandingan Agama : Majusi, Yahudi, Nasrani dan Islam dan Ali ibn Abi Thalib ahli hukum dan tafsir al-Qur’an, kemudian muri dari para sahabat dikemudian hari, tabi’-tabi’in, banyak yang ahli dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan sains, teknologi, astronomi, filsafat yang mengantarkan Islam pintu gerbang zaman keemasan. Hanya periode Rasulullah, fase Makkah dan Fase Madinah, para aktivis pendidikan dapat menyerap berbagai teori dan prinsip dasar yang berkaitan dengan pola-pola pendidikan dan interaksi sosial yang lazim dilaksanakan dalam setiap manajemen pendidikan Islam.

MOTIVASI SUPERVISOR



PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan persoalan vital bagi setiap segi kemajuan dan perkembangan manusia pada khususnya dan bangsa pada umumnya. Kemajuan dalam segi pendidikan maka akan menentukan kualitas sumber daya manusia dan perkembangan bangsa yang kearah lebih baik dan maju. Peningkatan kualitas pendidikan tidaklah mudah melainkan membutuhkan waktu yang panjang dan keterlibatan berbagai komponen dan elemen.
Dewasa kini banyak orang berbicara tentang

JUMLAH DALAM BAHASA ARAB

PENDAHULUAN


Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya Kami bisa menyelesaikan tugas Makalah mata kuliah Bahasa Arab yang berjudul Tadribaat wa tamrinaat. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Bahasa Arab.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan

DESAIN TUJUAN PEMBELAJARAN PAI


PENDAHULUAN

Belajar adalah suatu proses yang berlangsung di dalam diri seseorang yang mengubah tingkah lakunya, baik tingkah laku dalam berpikir, bersikap, dan berbuat Pembelajaran merupakan proses transfer ilmu yang melibatkan sistem dalam dunia pendidikan yaitu; guru/pendidik, peserta didik, materi, tujuan dan alat. Dalam pembelajaran yang didesain atau direncanakan haruslah efektif dan efisien sehingga tujuan pembelajaran tercapai dan diterima dengan baik oleh peserta didik sehingga  tujuan nasional pendidik mampu dicapai dengan baik

AAM, KHASS, dan TAKHSISH



BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Sebagaimana telah disepakati oleh ulama, meskipun mereka berlainan mazhab, bahwa segala ucapan dan perbuatan yang timbul dari manusia, baik berupa ibaah, muamalah, pidana, perdata, atau sebagai macam perjanjian, atau pembelajaran. Maka semua itu mempunyai hukum didalam syari’at islam. Hukum-hukum ini sebagian telah dijelaskan oleh berbagai nash yang ada di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan sebagian lagi belum dijelaskan oleh nash dalam Al-Qur’an dan As-sunnah, akan tetapi sayria’at telah menegakkan dalil dan mendirikan tanda-tanda bagi hukum itu, dimana dengan perantaraan dalil dan tanda itu seorang mjtahid mampu mencapai hukum itu dan menjelaskannya.

SYIRKAH DALAM JUAL BELI



BAB I
PENDAHULUAN

Muamalah  dalam arti luas adalah aturan hukum Allah untuk mengatur manusia dalam kaitanya dengan urusan duniawi dalam pergaulan sosial,sedang muamalah dalam pengertian sempit menurut rasyid ridha, muamalah adalah tukar menukar barang atau sesuatu yang bermanfaat dari cara-cara yang telah di tentukan persamaan muamalah dalam arti sempit dan dalam arti luas adalah sama sama mengatur hubungan manusia dengam manusaia yang lain dalam kaitan dengan pemutaran harta.

SUNNAH DAN MACAM-MACAMNYA



BAB I
PEENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Islam sebagai agama yang berlaku abadi dan berlaku untuk seluruh umat manusia mempunyai sumber yang lengkap pula. Sebagaimana diuraikan di awal bahwa sumber ajaran islam adalah Al-Quran dan Sunnah yang sangat lengkap.
Seperti diketahui bahwa Al-Qur’an adalah merupakan sumber ajaran yang bersifat pedoman pokok dan global, sedangkan penjelasannya banyak diterangkan dan dilengkapi oleh As-Sunnah secara komprehensif, memerlukan penelaahan dan pengkajian ilmiah yang sungguh-sungguh serta berkesinambungan.
Selain Al-Qur’an dan As-Sunnah, terdapat pula Ijtihad. Para ulama bersepakat tentang pengertian ijtihad secara bahasa berbeda pandangan, mengenai

PANCASILA SEBAGAI DASAR FILSAFAT PENDIKNAS



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Suatu masyarakat atau bangsa menjadikan filsafat sebagai suatu pandangan hidup yaitu merupakan asas dan pedoman yang melandasi semua aspek hidup dan kehidupan bangsa tersebut, tanpa terkecuali aspek pendidikan. Filsafat yang dikembangkan harus berdasarkan filsafat yang dianut oleh suatu bangsa, sedangkan pendidikan merupakan suatu cara atau mekanisme dalam menanamkan dan mewariskan nilai-nilai filsafat tersebut.

METODOLOGI PENELITIAN STUDI ISLAM



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Pendidikan sangat diperlukan sebagai proses yang mampu membangun potensi manusia menuju kemajuan dalam segala aspek. Pendidikan menurut Islam atau Pendidikan Islami, yakni pendidikan yang dipahami dan yang dikembangkan dari ajaran dan nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam sumber dasarnya, yaitu Al-qur’an dan Al-Sunnah.
Kemajuan ilmu dan teknologi yang makin canggih dewasa ini

SAHABAT NABI DAN KEADILANNYA



BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Generasi sahabat adalah orang-orang yang menerima ajaran islam langsung dari Nabi SAW. Mereka juga orang-orang yang menyaksikan turunnya ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga generasi sahabat ini merupakan transmitter awal yang menyalurkan informasi nilai-nilai relegius dari Nabi kepada generasi berikutnya. Tanpa mereka umat islam pasca generasi sahabat tidak akan mengetahui apa-apa tentang islam. Oleh karena itu maka dalam ilmu hadits dinyatakan bahwa urgensi sahabat berkaitan dengan periwayatan yang diverifikasikan dari Nabi.

METODE-METODE STUDI TARBIYAH



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Pendidikan sangat diperlukan sebagai proses yang mampu membangun potensi manusia menuju kemajuan dalam segala aspek. Pendidikan menurut Islam atau Pendidikan Islami, yakni pendidikan yang dipahami dan yang dikembangkan dari ajaran dan nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam sumber dasarnya, yaitu Al-qur’an dan Al-Sunnah.

PENDEKATAN MEMAHAMI AGAMA


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT,karna dengan rahmat dan karunia-Nyakami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.Tidak lupa kami uapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dala menyelesaikan makalah ini.
      Kami menyadari dan meyakini bahwa makalah ini masih jauhdari kata sempurna.Masih banyak kekurangan dan kesalahan yang kami sadari atau pun yang tidak kami sadari.Oleh karna itu kami mengharapkan kritik dan saran dari makalah ini,agar dimasa yang akan datang kami bisa memmbuat makalah yang lebih baik lagi.Namun begitu,meskipun makalah ini jauh dari kata kesempurnaan kami berharap agar makalah ini sedikit banyaknya dapat bermanfaat bagi yang membacanya.
      Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam pembuatan makalah ini.Demikian sedikit kata pengantar dari kami atas perhatian para pembaca kami mengucapkan terima kasih.



STAI YAPTIP 13 Desemmber 2014
                                                                          
 Penulis





BAB I
PENDAHULUAN


A.     Latar Belakang
Dewasa ini kehadiran agama semakin dituntut agar ikut terlibat secara aktiv didalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi umat manusia.Agama tidak boleh hanya sekedar menjadi lambang kesalehan atau berhenti sekedar disampaikan dalam khutbah, melainkan secara konsepsional menunjukkan cara-cara yang paling efektif dalam memecahkan masalah.
Tuntutan terhadap agama yang demikian itu dapat dijawab manakala pemahaman agama yang selama ini banyak menggunakan penekatan lain yang secara operasional konseptual dapat memberikan jawaban terhadap masalah yang timbul.
Berkenaan dengan pemikiran tersebut diatas, maka pada bab ini pembaca akan diajak  untuk mengkaji berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam memahami agama. Berbagai pendekatan tersebut meliputi pendekatan teologis normatif, antropologis, sosiologis, filosofis, historis, kebudayaan, dan psikologis. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan disini adalah cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam suatu bidang ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami agama.